Gallery

Saturday, February 6, 2010

Vernakular House, Depok, Jawa Barat, Indonesia

VERNAKULAR HOUSE

Project Type : House
Architect : Mario Andreti ST & Tommy Chandra ST
Client/Owner : -
Location : Depok, Jawa Barat, Indonesia
Status : concept planning (for UI design competition, 2006)
Expected completition : -

Indonesia memiliki berbagai macam, jenis budaya yang melimpah. Bukan hanya kita memiliki jumlah penduduk yang besar, namun keanekaragaman yang sangat unik dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Begitu juga bila kita melihat dari segi arsitektural, begitu banyak jenis rumah yang dapat kita temukan, lengkap dengan detail-detail arsitekturalnya yang merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang kita. Mungkin kita temukan beberapa hal yang serupa, dan inilah yang coba kami tangkap sebagai sebuah karakteristik hunian masyarakat Indonesia saat ini.


KONSEP PERANCANGAN

Sejarah, tradisi, kebutuhan masyarakat akan hunian serta teknologi yang berkembang saat ini di negara kita merupakan pangkal tolak kami bagaimana berpikir ke depan untuk mengembangkan rumah bertema verankular ini. Belum lagi dengan kondisi site yang cukup terbatas, kejelian berpikir, serta kreatifitas sangat dituntut disini. Kami pun mencoba menganggap site ini berada pada kawasan padat permukiman yang disekitarnya penuh sesak bangunan dengan berbagai gaya (style), berbagai jenis, serta berbagai tujuan dalam pembangunananya. Dan kami pun bertanya pada diri masing-masing, akan seperti apa bangunan rumah ini nantinya. Mencoba mendalami dan meresapi tiap bentuk dari bangunan-bangunan tradisional beberapa budaya masyarakat kita, akhirnya kami temukan bentukan lumbung padi dari Lombok, sebagai inspirasi bagi desain rumah ini.

Bentuk lumbung padi dari Lombok, diambil selain karena memiliki bentuk yang sangat khas serta memiliki bentukan rumah-rumah tradisional Indonesia yang rata-rata berbentuk rumah panggung, bentuk lumbung padi ini memiliki potensi untuk dikembangkan memanjang ke belakang.


Dengan kondisi site yang memiliki ukuran 5 x 12 m, dan memanjang ke arah utara-selatan, orientasi bangunan kami arahkan menuju ke arah jalan pada selatan site, tata masa pun memanjang ke arah utara selatan. Hal ini ditujukan untuk mengurangi dampak radiasi panas matahari yang berlebih pada sisi barat dan timur bangunan.


Jika kita amati bangunan -bangunan di negara kita memiliki karakteristi, bentuk dasar yang terdiri dari 3 bagian, yaitu kepala (atap), badan (lantai 1), khaki (lantai dasar) dpt berupa tiang2 pada rumah panggung, atau sekedar pembedaan material dan detail.

kehidupan harus ada keseimbangan. Di daerah tropis , intensitas cahaya matahari termasuk tinggi dan angin yang kencang. Hal ini bisa dimanfaatkan , bukan dihalangi dalam desain. Air juga merupakan komponen penting dalam hidup manusia yang memberikan kesejukan dan sebagai reflektor yang baik bagi sinar. Ketiga hal inilah yang coba dimasukkan dalam ide desain hunian yang tetap memperhatikan masalah iklim tropis.

bentuk teras yang berfungsi sebagai ruang pertama sebelum masuk ke hunian. didesain dengan memasukkan unsur air. Bentuk juga dianalogikan dengan bentuk batu kali dan sungai.



Dalam bentuk formal , selain mengambil preseden bentuk lumbung masyarakat Lombok , juga diambil dari filosofisnya. Angka tiga termasuk angka yang mendalam pada kehidupan masyarakat Lombok. Mereka mengenal sistem kepercayaan waktu telu ( telu=tiga ) , dimana mereka sholat sebanyak 3 kali dalam sehari , tidak seperti masyarakat Islam kebanyakan. Selain itu , tiga mencerminkan kehidupan manusia. tiga melambangkan kelahiran , hidup / berkembang ,dan kematian. Tiga melambangkan Ayah , Ibu , dan Anak. Pada desain hunian ini. konsep filosofis ini dimasukkan dan diterapkan pada bagian depan.Ini menunjukkan sebagai ekspresi filosofi dan budaya harus tetap dijaga dan di”depan”kan.Penggunaan material kaca untuk memaksimalkan view di ruang keluarga. penggunaan shading dan ventilasi agar cahaya tetap masuk , mengurangi panas dalam ruang , dan penghawaan alami.

Memaksimalkan jendela dengan sun-shading berupa kisi-kisi atau bagian dinding yang menjorok ke luar, pada sisi utara dan selatan bangunan. Hal ini dimaksudkan agar mendapat cahaya alami secara maksimal, namun panas matahari tidak terallu banyak masuk ke dalam, karena intensitas cahaya matahari pada sisi utara-selatan, tidak seterik barat-timur bangunan. selain itu penggunaan kisi-kisi pada bukaan, dimaksudkan selain mengurangi radiasi panas matahari ke dalam bangunan juga dimaksudkan untuk alasan keamanan.


Penggunaan ruang antara plafon dan atap pada lantai 2, merupakan solusi besarnya panas yang diberi atap seng kepada ruang dibawahnya. Sehingga ruang tersebut dimaksudkan untuk mengurangi besarnya panas akibat radiasi tadi.


Indonesia memiliki berbagai macam jenis kain. hampir tiap daerah memiliki bentuk dan jenis kain yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Kain-kain ini sering digunakan baik pada kehidupan sehari-hari maupun pada acara-acara tertentu. Seperti contohnya Lampung dengan kain tapisnya. Salah satu jenis kain yaitu selendang, biasanya digunakan oleh para penari, atau sebagai pelengkap kebaya. begitu banyak motif serta warna-warna yang dimiliki selendang-selendang ini. Pada interior kami mencoba memasukan unsur kaca berwarna, yang kami ibaratkan seperti selendang-selendang yang menghiasi sebuah tarian. Sehingga keindahan pun muncul dalam interior rumah layaknya menonton tarian tradisional.











MATERIAL

Besi chrome, kaca, kayu, dan batu candi merupakan material yang dominan pada desain ini, kami berupaya memadukan unsur-unsur alami dengan unsur-unsur modern. Hal ini merupakan wujud penggambaran masyarakat Indonesia saat ini yang mulai beralih dari kehidupan tradisional menuju ke kehidupan yang modern dan global. Kami mencoba memberi kritik terhadap masyarakat kita agar tidak melupakan budaya kita, sebagai identitas kita, sebagai sebuah jati diri yang tentu saja sangat berharga. Dengan pertimbangan yang matang dalam pengolahan material alami serta memanfaatkan teknologi terapan pada desain ini, kami mencoba memberi arahan bahwa kehidupan modern dan tradisional bukanlah sesuatu yang benar-benar bersebrangan. Namun sepatutnya kita memadukan keduanya secara tepat sehingga kedua-duanya dapat benar-benar bermanfaat bagi kehidupan kita.














DETAIL

01. Penggunaan material kayu pada lantai teras, memberi kesan hangat dan lembut bagi para tamu yang berkunjung, menciptakan kesan bersahabat. Pijakan menuju teras yang melalui kolam mengingatkan kita pada nuansa pedesaan dimana kita menyebrang sungai dari batu satu ke batu yang lain.

02. Selain untuk mengurangi radiasi panas matahari pada teras, penggunaan shading yang menjorok ke depan menguatkan kesan teras sebaga entrance utama.


03. Desain pintu garasi mengingatkan kita pada kota Lombok, dimana kita sering menemukan motif tokek pada bangunan-bangunan disana. Selain itu motif belah ketupat juga menguatkan kesan budaya tradisional Indonesia yang sering menggunakan motif ini baik pada bangunan, pada kain, bahkan hingga bentuk makanan tradisional kita.


04. Keterbatasan lahan menjadikan penggunaan tangga memutar menjadi alternatif terbaik sebagai jalur sirkulasi dari garasi menuju lantai 1. Material tangga yang didominasi oleh metal chrome dan kayu semakin menguatkan konsep rumah ini yaitu memadukan antara elemen modern dan tradisional, yang juga didukung oleh penggunaan batu candi pada sekat garasi dan ruang cuci pakaian.

05. Penggunaan pagar pada bagian belakang bangunan dimaksudkan untuk menjaga privasi pada ruang jemur pakaian, material bambu yang digunakan menciptakan kesan alami yang telah diberi oleh batu candi serta vegetasi dan kolam pada teras belakang ini.

06. Penggunaan sun shading sangat efektif dalam mengurangi radiasi panas matahari menuju jendela belakang ini, selain itu banyaknya bukaan yang diberi kisi-kisi kayu serta penggunaan jendela putar membuat perputaran udara pada ruang dalam menjadi lebih segar, penciptaan cross ventilation pun dapat dilakukan dengan lebih maksimal.


07. Pada lantai dua penggunaan jendela hidup serta bukaan pada atas dinding dengan kisi-kisi membuat pertukaran udara di dalam ruang menjadi baik, selain itu jendela ini dapat memeberi view bagi ruang kamar yang berada di bagian belakang lantai dua ini.

08. Desain fasad yang unik membuat bangunan rumah ini dapat menjadi sebuah landmark bagi kawasan perumahan di sekitar site, selain itu mampu memberi nuansa yang baru bagi lingkungan sekitar, yang biasanya di dominasi dengan bangunan beratap miring. Banyaknya bukaan dengan kisi-kisi serta jendela pada bagian depan rumah merupakan bentuk pemanfaatan potensi site yang menghadap utara ini, sehingga sirkulasi udara secara alami dapat berjalan dengan baik dan cahaya alami pun dapat masuk dengan efektif karena tidak radiasi panas yang diterima pada sisi utara tidak sebesar sisi barat- timur. Perpaduan antara elemen-elemen modern dan alam diwujudkan dengan penggunaan material kayu, batu candi yang di mix dengan material kaca, metal chrome, serta warna dinding yang berwarna putih.


09. Bagian atap transparan berbahan policarbonat, menjadi sumber masuknya cahaya alami ke dalam bangunan namun tidak terlalu banyak memberi panas ke dalam bangunan, karena material policarbonat yang dapat memfilter radiasi panas matahari.

10. Talang air diberi pada tepi atap menampung air dari bentuk atap lengkung ini, lalu dialirkan menuju lantai bawah dan sumur peresapan sebagai penampungannya.


Tetap fokus, konsisten, dan sukses selalu.

Stay focused, consistant, and always succesful


No comments:

Post a Comment